Pukul 10 pagi tadi saya sudah stand by di depan gerbang sekolah regha untuk menjemputnya sepulang sekolah.
Ya inilah kegiatan saia menjelang berangkat kerja. menjadi ibu yang siaga...
Bel berbunyi dan anak anak berhamburan keluar kelasnya termasuk regha.
Kami menuju tempat parkir sambil mendengarkan cerita regha yang dengan semangat menceritakan bagaimana dia dan teman sekelompoknya dihukum dikelas tadi. Alasannya sepele... temen teman satu kelompoknya mengejek regha terus menerus sehingga membuat gaduh dikelas dan semua satu kelompok di hukum.
kasus pertama :Mengejek = Pem-bully -an
Sampai di tempat parkir saya pun meminta regha untuk naik kemotor, dan disitulah regha bercerita sambil saya memutar motor untuk keluar parkiran kalo dia di tinju oleh iben kepala dan mulut nya. Saya langsung memeriksa mulut regha... karena bagin tubuh ini yang paling cepat terluka. maka benarlah saya melihat luka di bibir atas sebelah dalam regha.
Kasus kedua : Pemukulan = pem-bully-an
betapa geramnya saya mendengar itu. saya menanyakan pada regha alasan dia dipukul sampe berdarah di bibirnya. menurut regha dia hanya meletakkan tangannya diatas meja dan menegangkannya seperti bergelantung dari atas meja. dan temannya itu mengadu ke bu gurunya kalo regha naik meja. tapi regha langsung menyangkal kalo dia tidak naik meja dan temannya yg bernama *ben itu bohong. anak nakal itu tidak terima dan memukul rega di kepala dan di mulut.
Sebenernya ini bukan kali pertama *ben memukul regha. Kerap kali regha cerita tentang kekerasan fisik yang dilakukan *ben kepada regha. tidak jarang juga saya mengingatkan *ben berkali kali untuk tidak melakukannya. saya sebenernya sungguh tidak tega untuk ngingatkan dia tentang ini.
apalagi statusnya *ben yang adalah seorang anak piatu yang ditinggal ibunya meninggal tahun lalu.
atpi kalo sudah kelewatan dam memukul sampai bibir regha berdarah, ini sudah keterlaluan.
Saya pun bergegas membawa regha ke rumah *ben untuk bertemu dengan keluarganya. Saat saya datang nenek dan pamannya menyambut saya dengan baik. ya karena saya datang dengan baik baik dan senyum manis semanis jus tebu depan rumah saia...
Sebelum berbicara pada intinya saya meminta maaf dengan sangat kepada mereka dan mengatakan maksud kedatangan saia dan dengan kaget mereka memanggil anak itu dan menanyakan kebenarannya. untungnya dia tak mengelak dan mengiyakan kalo dia yang memukulnya. saya juga memperlihatkan luka dibibir atas regha untuk membuktikan kalo bibir regha beneran berdarah.
karena keluarganya baik dan meminta maaf dengan tulus akhirnya kita maap maapan deh sambil jabat tangan. si nenek malahan meminta saya untuk membawa regha ke puskesmas.Tapi saya ga mau bawa regha ke puskesmas dan bilang kalo gpp. saya cuma mau kasih tau aja.
dan saia pun pamit......
Saya sebenernya harus lapor ke gurunya juga karena hal ini terjadi pada jam sekolah dan disaat pelajaran berlangsung. tapi saya keburu males karena guru wali kelas regha ini rada mengecewakan saia karena terkesan acuh tak acuh. jadi mending langsung ke orng tua nya aja. lebih ada tanggapannya.
yaaa... semoga setelah ini anak itu tidak akan melakukan kekerasan lagi.
dan tidak ada lagi kekerasan fisik dan mental atau bullying lg disekolah manapun.
0 comments:
Post a Comment